PM vs MP

Sebelumnya maaf dulu, tulisan ini saya tujukan kepada anda yang muslim dan pengusaha. Yang tidak memenuhi dua kata kunci di atas, minggir. Nggak kenapa-kenapa, ini sebagai pembelajaran: “Belajarlah menghormati rambu-rambu lalu lintas”.

Mana yang Anda pilih: Menjadi Pengusaha Muslim atau Muslim Pengusaha?

Jawabannya bisa malah: “Gitu aja kok repot” atau justru pertanyaan balik: “Apa bedanya?”.

Menurut saya (dua kata ini adalah nyawa dari sebuah blog), ada bedanya.

Pengusaha Muslim, adalah pengusaha yang muslim, jadi jika anda sebagai pengusaha, bertemu dengan rekan atau pelanggan anda, dan terdengar adzan, anda akan tetap berusaha, baru setelah bersalaman tanda berpisah, anda baru tersadar atau “pura-pura tersadar” bahwa anda belum melaksanakan kewajiban anda. Mungkin dalam hati anda akan menjawab “Allah Mahatahu”, atau “saya kan musafir, bisa dijama’ “(kantor atau rumah anda beberapa blok dari tempat anda ‘tersadar’ tadi)…inlah PM
Muslim Pengusaha, adalah muslim yang kebetulan pengusaha, jadi muslimnya tetap, pengusahanya bisa berubah jadi investor, karyawan, profesional dll dll. Ciri khasnya?
Si MP ini akan melihat dulu haram-halalnya daripada menghitung untung-ruginya…

Ah kata siapa? Ya kata saya dong. Ini blog, blog saya hehehe..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.