Tes

Mei 16, 2006

terserah persepsi anda, niat sy cm introspeksi...

Iklan

2112

Mei 15, 2006

Pernahkah anda berandai-andai dimana anda tahun 2112 nanti? Dengan siapa anda nanti? Apa yang sedang anda hadapi nanti?

Saya yakin jawabannya bukan: santai di pulau pribadi, duduk di kursi antik, dengan istri dan selir-selir cantik, sambil menikmati secara live konser musik klasik…

Empat Tigapuluh

Mei 15, 2006

Calon investor anda bilang:

Saya akan menyetujui proporsal bisnis anda, tapi besok anda harus datang kesini jam 04.30WIB, atau tidak sama sekali…

Malamnya anda akan tidur lebih awal, menyiapkan alarm HP agar sebelum jam 04.30WIB berbunyi sekeras-kerasnya, mengingatkan pasangan anda untuk membangunkan, dan seterusnya…

Tapi sayangnya menurut anda, sholat shubuh tidak sepenting proporsal bisnis, tidak sepenting bisnis anda. Sholat shubuh boleh ketinggalan, atau telat-telat dikit, kalau telat banyak tinggal tutup gorden jendela, agar masih seperti pagi hari. Adzan sholat shubuh, seperti adzan yang lainnya, cuma penanda waktu masuknya sholat, bukan panggilan penyembahan kepada Allah, Sang Rajadiraja, yang pantas disembah, satu-satunya yang pantas disembah.

Mikir dong…

Isi pulsa 100.000 bonus pulsa 2.600.000

Mei 10, 2006

Pengumuman:
Pulsa Mantab: Isi pulsa 100.000 dari Gerai Resmi PenyediaPulsa (bukan dari pulsa elektronik maupun penjual umum), bonus pulsa 2.600.000… Segera manfaatkan layanan ini, berlaku hanya 3 hari tanggal sekian sampai sekian dibulan Juni 2006!!!!

Jika pengumuman di atas anda dengar di radio atau lihat di tivi, tak perlu diragukan lagi, anda akan segera melesat menuju Gerai Resmi PenyediaPulsa, dan kalau penuh anda akan rela ngantri. Mengapa? Karena kapan lagi ada promo semantab itu, apalagi waktunya dibatasi hanya tiga hari.

Sebenarnya ada pengumuman sejenis, namun herannya kita meremehkannya, padahal berasal dari sumber resmi. Garansi 100 persen dipenuhi, nggak mungkin ngibul, terpercaya dan benar sebenar-benarnya. Dimana?

“Shalat jamaah itu lebih utama atas shalat munfarid (sendirian) dengan selisih dua puluh tujuh derajat” (HR An-Nasa`i dan Abu Dawud).

Anda pasti pernah membaca, mendengar atau mungkin malah hafal hadits di atas. Dan itu pengumuman. Yang mengumumkan nggak tanggung-tanggung, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Waktunya pun nggak hanya tiga hari, tapi seumur hidup anda. Dan ‘loket’-nya pun buka nggak hanya sehari sekali.

Namun mengapa anda malah santai ketika ada ajakan ngisi pulsa paling MANTAB hanya karena masih tanggung kerjaan, ngerokok, di jalan, malas parkirnya, takut dikira sok alim dsb?

Apa anda ragu-ragu dengan pengumuman itu? Atau dengan pemberi pengumuman, manusia yang paling sempurna?

Mikir dong mas, bang, kak, mbak, bu, pak, dik, non, coy!

PM vs MP

Mei 1, 2006

Sebelumnya maaf dulu, tulisan ini saya tujukan kepada anda yang muslim dan pengusaha. Yang tidak memenuhi dua kata kunci di atas, minggir. Nggak kenapa-kenapa, ini sebagai pembelajaran: “Belajarlah menghormati rambu-rambu lalu lintas”.

Mana yang Anda pilih: Menjadi Pengusaha Muslim atau Muslim Pengusaha?

Jawabannya bisa malah: “Gitu aja kok repot” atau justru pertanyaan balik: “Apa bedanya?”.

Menurut saya (dua kata ini adalah nyawa dari sebuah blog), ada bedanya.

Pengusaha Muslim, adalah pengusaha yang muslim, jadi jika anda sebagai pengusaha, bertemu dengan rekan atau pelanggan anda, dan terdengar adzan, anda akan tetap berusaha, baru setelah bersalaman tanda berpisah, anda baru tersadar atau “pura-pura tersadar” bahwa anda belum melaksanakan kewajiban anda. Mungkin dalam hati anda akan menjawab “Allah Mahatahu”, atau “saya kan musafir, bisa dijama’ “(kantor atau rumah anda beberapa blok dari tempat anda ‘tersadar’ tadi)…inlah PM
Muslim Pengusaha, adalah muslim yang kebetulan pengusaha, jadi muslimnya tetap, pengusahanya bisa berubah jadi investor, karyawan, profesional dll dll. Ciri khasnya?
Si MP ini akan melihat dulu haram-halalnya daripada menghitung untung-ruginya…

Ah kata siapa? Ya kata saya dong. Ini blog, blog saya hehehe..